GAPURA WARINGIN LAWANG

Oleh: WacanaNusantara
11 April, 2011

Gapura Waringinlawang sering dihubungkan dengan Gapura masuk ke ibu kota Majapahit, Gapura Wringin Lawang didirikan  pada abad ke-14 Masehi. Berdasarkan hasil penelitian dan ekskavasi di Trowulan, bangunan ini diduga memang merupakan sebuah Gapura untuk masuk kedalam kompleks kota.

Gapura Wringin Lawang termasuk tipe ‘Gapura Belah’ atau ‘Bentar’, yaitu gapura yang tidak memiliki atap. Gapura Seperti ini biasanya berfungsi  Sebagai gerbang luar dari suatu Kompleks candi atau kompleks bangunan lainnya. Sesuai dengan bentuknya, Gapura Wringin Lawang mungkin mempunyai fungsi yang Sama dengan fungsi candi bentar.

Gapura Wringin Lawang keseluruhannya terbuat dari bata merah dengan arah hadap timur-barat, bentuk dasar denanhnya segi empat dengan ukuran panjang 13 meter, lebar 11.50 meter dengan tinggi 13.70 meter (sebelum dipugar gapura sisi selatan masih utuh mempunyai tinggi 15.50 meter.

Dalam tulisan Raffles History of Java I, 1815, disebut dengan nama “Gapura Jati Paser”, sementara berdasar cerita Knebel dalam tulisannya tahun 1907 menyebutnya sebagai Gapura Wringin Lawang.Pemugaran Gapura Wringin Lawang dilaksanakan sejak tahun 1991 dan selesai tahun 1995.